Rabu, 12 Juli 2017

Tips Ampuh Bersihkan Sepatu Sesuai Bahan


Beda material sepatu ternyata berbeda pula cara membersihkannya. Bagi Anda yang bingung bagaimana cara membersihkan sepatu agar terlihat seperti baru lagi, tips cerdas ini bisa dicoba di rumah berikut metode membersihkan daftar harga sepatu berdasarkan materialnya.

Kanvas

Bagi Anda yang memiliki sepatu berbahan kanvas dan tertarik melemparkannya ke dalam mesin cuci, mungkin sebaiknya Anda perlu berpikir ulang jika tidak ingin sepatu Anda rusak. Sepatu berbahan kanvas sebaiknya dicuci secara manual dengan tangan. Anda bisa melepaskan tali sepatu terlebih dahulu, lalu siapkan air hangat. Selanjutnya, celupkan sepatu ke dalam air hangat.

Proses ini tidak perlu lama karena yang dibutuhkan di sini hanya sekadar membasahinya. Setelah itu ambil sedikit cairan pencuci piring dengan menggunakan sikat nilon lalu gosokkan pada bagian dalam dan luar sepatu secara perlahan hingga bersih dan bilas dengan air mengalir.

Untuk sol sepatu, Anda bisa memasukkannya ke dalam ember yang sudah berisi air, lalu sikat perlahan dengan menggunakan sabun dan bilas. Biarkan sepatu dan sol kering secara alami.

Kulit

Pembersihan harian terhadap sepatu yang berbahan kulit adalah dengan menggunakan kain lembut agar kotoran dan debu yang menempel dapat hilang. Apabila noda pada sepatu begitu keras dan banyak, Anda bisa menggunakan sampo atau kondisioner khusus untuk membersihkan material kulit, lalu biarkan kering. Sepatu berbahan kulit sangat lembut sehingga perlu perawatan yang sedikit berbeda. Jika sepatu Anda memiliki noda seperti tinta atau minyak, sangat disarankan untuk menyerahkan kepada ahlinya.

Suede

Sepatu berbahan suede memang sangat nyaman dipakai baik oleh pria maupun wanita. Dengan material yang terbuat dari kulit sapi yang sudah diproses melalui berbagai metode, sehingga perlu perawatan ekstra agar tidak cepat rusak dan memperpanjang umur sepatu.

Untuk pembersihan sehari-hari, cukup gunakan sikat khusus suede agar noda yang menempel dapat hilang dengan cepat. Apabila terkena noda yang sedikit besar, Anda bisa menggunakan pembersih khusus dan menyikatnya dengan bantuan sikat lembut atau kain bertekstur lembut agar busa pada sepatu dapat hilang.

Dengan beberapa trik cerdas tersebut, Anda tidak perlu lagi membuang sepatu kotor dan harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli yang baru. Selamat mencoba!


Minggu, 09 Juli 2017

Tips Jitu agar Isi Dompet Awet Sampai Akhir Bulan


Dompet yang menipis pada akhir bulan sepertinya dialami oleh sebagian orang, mungkin termasuk juga Anda. Hal tersebut terjadi bukan selalu karena pemasukan yang tidak mencukupi, tetapi lebih banyak karena pengeluaran yang terlampau besar. Jika isi dompet menipis mendekati akhir bulan, maka banyak hal atau keinginan yang perlu diurungkan. Tentu Anda tidak ingin mengalami hal ini, bukan?
Ada cara bijak untuk bisa menghindari situasi menipisnya isi dompet di akhir bulan. Anda tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga bisa menabung lebih banyak untuk masa depan. Seperti membayar cicilan rumah. Penasaran? Simak uraian mengenai tips agar isi dompet awet sampai akhir bulan berikut ini.

1. Batasi Uang Tunai dan Tinggalkan ATM di Rumah

Apabila Anda termasuk orang yang suka dan tidak bisa menahan diri untuk belanja, maka solusi terbaik adalah membatasi uang tunai yang dibawa dan sebaiknya tinggalkan ATM, kartu kredit dan sebagainya di rumah.

Cobalah untuk menghitung pengeluaran nyata Anda, misalnya dalam sehari berapa jumlah pengeluaran untuk makan, transportasi, uang jajan dan saku. Jumlah itulah yang perlu dibawa selama satu hari penuh. Bila perlu jangan membawa ATM.

Terkadang ATM yang dibawa tersebut akan membuat Anda gagal menjalankan strategi membawa uang tunai secukupnya. Pasalnya, Anda pasti akan berpikir masih ada uang di ATM untuk diambil sehingga membuat Anda tidak sungkan untuk menambah pengeluaran.

Memang agak riskan untuk meninggalkan ATM di rumah karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Namun, di sisi lain, Anda akan benar-benar menahan diri untuk bertindak konsumtif dan boros.

2. Meminimalisasi Biaya Transportasi

Seperti kata peribahasa, “ada banyak jalan menuju roma” maka ada banyak cara menuju tempat kerja atau tempat-tempat lainnya.

Jika selama ini Anda memiliki kebiasaan membawa mobil untuk menuju tempat kerja karena lebih nyaman, maka cobalah untuk bersusah payah membawa motor yang cenderung lebih hemat. Jika memungkinkan akan lebih baik jika memanfaatkan transportasi umum seperti busway atau kereta commuter line. Namun, Anda harus selalu ingat untuk memilih transportasi umum yang nyaman dan aman.

Sebagai perbandingan, satu kali perjalanan pulang-pergi menggunakan mobil dari kota satelit seperti Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi menuju Jakarta, biaya bahan bakar yang dibutuhkan minimal Rp50 ribu, belum termasuk tarif tol. Memanfaatkan kendaraan atau transportasi umum bisa jauh lebih murah dari itu.

3. Kurangilah Hangout dan Mulailah Membawa Bekal Makanan

Memasak sendiri makanan yang akan disantap jauh lebih hemat daripada membeli di luar. Bagi yang sudah berkeluarga, jika sempat memasak sendiri, maka tak ada salahnya untuk membawa bekal dari rumah. Atau apabila masih lajang, misal di perantauan atau kost, bawalah bekal makanan dari tempat makan di sekitar konstan jika di konstan tidak disediakan alat memasak atau tidak sempat memasak.

Biasanya harga makanan di sekitar pemukiman dan kostan lebih murah dibandingkan harga di kantin kampus atau kompleks perkantoran.Anda juga harus mengurangi kebiasaan hangout atau nongkrong di luar. Kebiasaan tersebut merupakan salah satu kebiasaan yang dalam sekejap bisa menguras dompet.

4. Belanja di Pasar Tradisional

Jika ingin berbelanja bahan makanan, maka belanjalah di pasar tradisional. Cara ini untuk menindak lanjuti usaha membawa bekal makanan.

Jangan gengsi belanja di pasar tradisional karena harganya jauh lebih murah daripada di supermarket. Anda bahkan bisa menawar harganya. Jika belum bisa memasak, maka jangan malu untuk belajar memasak mulai dari sekarang.

5. Hemat Pemakaian Listrik

Biaya tagihan listrik sekarang telah naik. Ini tandanya Anda harus memperhatikan pemakaian listrik sehari-hari agar lebih hemat. Gunakanlah produk-produk yang hemat energi dan hidupkanlah pada waktu yang tepat. Jika tidak diperlukan lagi, maka lebih baik segera dimatikan.

6. Kurangi Kebiasaan Merokok

Tips yang terakhir, bagi perokok aktif, cobalah untuk mengurangi konsumsi rokok, bahkan apabila bisa menghentikannya. Terlebih jika isu kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus menjadi kenyataan.

Kebiasaan rokok tidak hanya menghabiskan uang Anda, tetapi juga memberikan penyakit pada diri sendiri dan orang lain. Uang yang digunakan untuk merokok, bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan lain bahkan membeli rumah dengan lebih cepat.

Pemindahan Ibu Kota, Masih Banyak Kontroversi!



Pemerintah memastikan mulai memetakan rencana pemindahan ibu kota negara pada 2018 setelah kajian awal dirampungkan Desember tahun ini. Namun, sebelum rencana tersebut bergulir jauh, pemerintah di minta tetap melihat kondisi keuangan negara. Berita lengkap.

Jika pemindahan ibu kota dilakukan saat kondisi APBN sedang tidak stabil, ada potensi program pembangunan lainnya akan terhambat. “Apakah APBN kita cukup? Harus realistis tahapannya sehingga tidak mengganggu prioritas pembangunan,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Jakarta.

Menurutnya, pemindahan ibu kota harus benar-benar realistis dan melihat kesiapan anggaran negara. Apalagi, pelibatan swasta tidak bisa banyak diharapkan karena hanya terbatas kepentingan bisnis.

Namun, Muhaimin mendukung jika Indonesia memiliki ibu kota baru, apalagi wacana itu sudah menjadi perjuangan nasional sejak lama. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas rencana detail pemindahan ibu kota ini bersama Presiden Joko Widodo.

Bambang mengatakan kajian pemindahan ibu kota termasuk skema pendanaan akan rampung tahun ini. Kajian awal di upayakan selesai Desember 2017. Adapun kajian tersebut melingkupi di antaranya skenario, kerangka kelembagaan, regulasi, dan investasi.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan bahwa pemerintah hingga saat ini masih mencari berbagai alternatif untuk pemindahan ibu kota negara. “Kita masih mencari alternatif-alternatif, terus juga belum keputusan, baru menentukan studi termasuk ketersediaan lahan,” kata dia.